Jejaring hidup

Thursday, June 19, 2008 | Labels: | 0 comments |


Cukup lama saya berdiri di dalam jaring kehidupan ini.


Mencoba mengikuti pola, menangkap makna


Mencoba membuka kunci, mengais jawaban pasti


Berdiri, berpikir, berdzikir, bersendawa dalam nyanyian hati




Tidak cukup lama saya mengerti bahwa hidup tidak lebih dari ini


Tidak puas saya menerima jawaban yang tidak pasti


Tidak tahu harus bagaimana lagi


Hanya memandang, mencerna, mengerti, mengerutkan dahi




Wahai Allah, Wahai Rabbku


Ternyata tidak cukup besar rasa cintaku untuk mengerti arti cintaMu


Tidak puas rasa yang Kau beri, membuatku bertanya tanya dalam hati


Masih cintakah Engkau padaku


Aku, seorang hamba yang tidak tahu bagaimana harus berterima kasih




Wahai Allah, Wahai Rabbku


Jangan Kau lepaskan simpul hatiku yang mengikatkanMu denganku


Lepaskanlah hati ini dari jejaring diri


Yang penuh ego dan emosi duniawi




Wahai Allah, Wahai Rabbku


Halaukanlah awan pekat yang menutup mataku


Usaplah wajah ini dari air mataku


Biarkan aku mendengarMu dalam setiap lantunku




Biarkan cintaMu menjadi penawar racunku


Biarkan KuasaMu membayangi setiap langkahku


Biarkan aku mencinta disetiap lafadz doaku padaMu


Karna aku yakin, hanya padaMu semua kembali.

My Another Mate...

Tuesday, June 17, 2008 | Labels: | 0 comments |


to my beloved friends ever

Arisandi Putra


Karena tidak ada kerjaan, saya menggeser kursi saya ke arah jendela. Tidak sengaja melihat pak satpam berdiri di pintu gerbang sambil menanda tanganin sesuatu. Di depannya, pengantar surat mengangguk angguk sambil senyum-senyum.


setelah pak satpam pergi, iseng-iseng saya menelponnya. bertanya untuk siapa surat itu.


"mas, itu surat buat siapa yak?" tanyaku


"Oh, ini, buat mbak, baru aja saya mo naik, nganterin" jawab si satpam.


"Ya deh, tolong di bawa naik yak!" seruku gembira.


Padahal nggak ada firasat apa-apa bakal dapet surat. setelah melihat nama pengirimnya, saya terlonjak gembira. 'Ya Allah....Arisku...akhirnya dikirim juga"


saya merobek lipatannya. menarik 1 lembar kertas dan 2 keping CD dalam case terpisah. satu lembar undangan dan 1 keping hasil observasi bawah laut yang sedang dikerjakannya dan satu keping lagi film dokumenternya tentang acara ogoh-ogoh di Bali.


saya melihat lembar undangannya. melihat dia dan mempelai berdiri berdampingan. wajahnya sedikit buram tapi saya bisa menangkap garis-garis wajahnya. Aris sudah berubah. lebih gemuk dan berumur. ^^, saya nggak sadar saya juga sudah berumur :))


Aris. teman sebangku waktu SMA. Saya ingat dia sengaja duduk di meja saya. menyeringai dengan mulut lebarnya. berkedip kedip berbarengan dengan tampilan bingkai hitam tebal kacamatanya.


Aris....


Yang pernah jadi ketua OSIS. Yang setengah dari rahasia masa lalu saya ada padanya. Yang selama 3 tahun di SMA saya selalu sebangku dengannya. Yang memiliki *kelebihan*. Yang suka banget sama Michael Jackson dan yang diingatkan lagi sekarang tersipu-sipu dan sedikit marah.


Saya masih ingat bagaimana gayanya ketika breakdance di depan kelas. disaksikan teman2 sekelas yang meng elu elukannya. saya sih tidak. saya suka mengoloknya walo saya juga bersahabat dengannya. Yang saya ku$njungi ketika dia terkena cacar air di sekujur tubuhnya. Wajahnya tersipu sipu sewaktu saya jenguk. malah menjelaskan bagaimana menyimpan tembakau yang baik sambil menunjuk gudang-gudang tembakau di belakang rumahnya.


*penting ya? emangnya saya mo ujian tembakau besok?*


Yang senjata andalannya adalah mengatai saya bahwa saya sering nggak bayar bis umum sewaktu berangkat dan pulang sekolah. ya, saya pernah bercerita padanya tentang keteledoran saya dengan uang. saya tidak suka bawa dompet, akibatnya...saya malah sering lupa nggak bawa duit buat angkot. :))


Aris....


Aris yang sepertinya sudah menjadi takdir saya untuk bersahabat terus dengannya. sewaktu kuliah saya pernah mendapat surat *super konyol!* darinya. bahkan saya nggak nyangka laki2 seperti dia bisa menjadi aktivis kampusnya. LUAR BIASA!! saya saja kaget, bagaimana dia bisa melacak saya sedangkan saya sendiri sudah 3 kali pindah kost.


Aris....


Aris yang selalu menjadi angan2 saya selepas kuliah. ingin melacak keberadaannya seperti dia pernah melacak keberadaan saya. ternyata, lagi-lagi dia yang melacak saya terlebih dahulu. Friendster yang sedianya tidak pernah saya buka selama 2 tahun karena saya lupa password tiba2 terbuka suatu kali ketika saya mencobanya. Dan aris adalah orang yang melihat-lihat fs saya. Betapa bahagianya saya!!!


Aris...


Aris yang akhir-akhir ini, ketika kita bersua lagi di internet, selalu menghibur saya disaat saat saya bosan dengan hidup saya. bercerita tentang pekerjaannya yang berasa asing dan kedengaran indah bagi saya. menceritakan tentang harapan-harapannya. tentang *kelebihannya* tentang visi2nya terhadap diri saya. yang selalu mensupport saya untuk selalu sabar dan ikhlas pada Allah SWT. :D


Ya, Aris yang itu....


Aris yang sama ketika pertama kali dia mengulurkan tangannya terlebih dahulu untuk berkenalan dengan saya dan meminta ijin untuk duduk sebangku dengan saya. Aris dan kaca mata tebalnya. Aris dengan wajah tionghoa-nya. :D


Aris....


Aris yang mengatakan akan datang ke jember tgl 19 juni ini untuk berpamitan dengan saya dan teman2 jembernya. Aris yang katanya akan melewatkan masa lajangnya di jember. [-{

Akan saya tunggu. Akan saya tunggu kedatanganmu. akan kubacakan beberapa doa untukmu. Untuk teman terbaikku. :D, i care bout u...and i always will. for better for worse...semoga langgeng, semoga diridhoi, semoga sakinah...semoga mawadah...semoga warohmah.


wrote by nune

technologi addicted...

Friday, June 13, 2008 | Labels: | 1 comments |

saya sudah lama mengenal hanphone. dari jaman saya kuliah. kalau dulu sms dan telepon via hp berasa mahal, saya yang statusnya masih menjadi pengemis rumahan mengakali telepon hp dengan biaya murah lewat missedcall. dulu kami menyebutnya 3sec. butuh waktu detikan untuk bisa berbicara satu sampai 3 kata per sekali 3sec.

kalau diingat ingat lagi masa2 itu, saya sering senyum-senyum sendiri. saya sering 3sec bareng teman2 saya di malam hari. rasanya lucu tapi menyenangkan. dari setiap kata yang kami sebutkan setiap kali koneksi itu terhubung, sebuah cerita sehari hari terangkai dengan indah.

apalagi kalau insomnia saya lagi kumat. saya akan menggoda teman-teman saya supaya bangun dan menemani saya mengobrol sampai pagi. anehnya, mereka iya-iya saja menemani saya mengobrol. entah itu melontarkan sesuatu yang lucu atau gossip-gossip nggak penting.

mungkin karena mereka cowok-cowok yang biasa dan betah nongkrong sampe pagi. mereka asyik-asyik saja saya ajak ngobrol. temanya? jangan ditanya. NGGAK PENTING BANGET! tapi kadang gara-gara 3sec saya yang tadinya hanya bersay hai di kampus, jadi kenal dekat (di hp maksudnyah!). mereka bisa leluasa curhat sama saya dan saya juga demikian. padahal kalo ketemuan di kampus ya biasa aja. malah kadang nggak ngobrol. cuma bersay hai seperti biasa. ^^ aneh kan?! sebuah fenomena aneh yang bisa diciptakan dari tekhnologi nirkabel.

dan saya menjadi addicted. kalau bukan saya yang mengerjai orang-orang itu kadang orang-orang itu yang ngerjain saya :D. bahkan ada orang yang entah bagaimana caranya (mungkin pengen dipanggil secret of mirror! saya juga nggak ngerti) 3sec dengan saya tanpa saya tahu nomor siapa itu. saya nggak pernah menelpon orang2 yang tidak kenal *lagian buat apa seeehhh!!*, jadi saya heran saja kenapa nomor itu bisa nyasar di nomor saya.

ternyata dia tidak nyasar. dia tahu persis siapa saya. walah! saya pikir dia pasti seseorang teman saya yang ngerjain saya. dan kegiatan dia ternyata nggak hanya sebatas hp. sampe nomor telpon kost, dia juga tahu. bayangkan!!!

itu sekelumit cerita dari betapa hebatnya pengaruh tekhnologi bagi kehidupan. dan bagaimana tekhnologi menjadikan seseorang addicted. bahkan ada seorang suami yang bercerai dari istrinya karena dia addicted sama PS. tekhnologi addicted juga kan? ini bukan isu loh! yang bercerai itu suami dari pegawai ibu saya. ^^ bahkan sampe masuk koran segala, gara-gara si suami dilaporin ilang ama istrinya ke polisi.
Tahu akan tekhnologi tuh sunnah-sunnah saja. asal jangan sampai mengganggu kewajiban-kewajiban bagi kehidupan.
*maksudnya mengingatkan diri sendiri nich...!*
wrote by nune

somebody come...and someone goes

Wednesday, June 11, 2008 | Labels: | 0 comments |

Ketika seorang bayi terlahir ke dunia. haru biru kebahagiaan tercipta. lelehan air mata bercampur senyum syukur terpancar.
ketika suara tangis bayi pertama kali terdengar. lantunan adzan dan takbir bersahutan di telinganya. sujud doa dan harapan berkumandang.

betapa bahagianya ketika sebuah pertautan hati terjalin. seperti kebahagiaan ibu yang melihat anak dalam rahimnya untuk pertama kali.
betapa beratnya ketika ikatan hati itu terlepas. seperti perihnya kulit yang terkelupas sebagian. lukanya tidak kunjung mengering. sakitnya datang dan pergi.

Ada cinta yang datang, ada senyum manis yang terukir
ada luka yang menganga, ada perih yang membuatku meringis
langkahku masih tetap sama. mengarah lurus menuju ilahi
mungkin sedikit gemetar, mungkin sedikit melambat

luka ini mungkin berdarah-darah. mungkin meninggalkan jejak merah
perih ini mungkin tak tertahankan. sakit ini mungkin tak berkesudahan
tapi hidup harus berjalan. harapan akan terus berlari
Bukankah begini hidup yang dikatakan cantik?

Untuk sebelah tangan yang terlepas dari kaitan
aku percaya tanganmu melepasku untuk menggapai kebahagiaan
untuk sebelah tangan yang senantiasa menggenggam jemariku erat
cinta yang pernah kau tawarkan, akan kukenang dengan indah

in memoriam,
my replica mate

wrote by nune

APA INI ?

Tuesday, June 10, 2008 | Labels: | |

Apa ini ?
Ini apa?

Kau sebut ini biasa. Kau bisa. Kau biasa.
Aku sebut ini biasa. Aku bisa. Aku biasa.

Kau dan aku sebut ini biasa. Kau dan aku bisa. Kau dan aku biasa.

Kau ini apa? Apa ini kau?. Ini apa? Kau?
Aku ini apa? Apa ini aku?. Ini apa? Aku?

Kau dan aku ini apa? Apa ini kau dan aku? Ini apa? Kau dan aku?

Apa bisa biasa? Bisa apa? Biasa apa? Apa bisa? Apa biasa?
Ini bisa biasa. Bisa ini. Biasa ini. Ini bisa. ini Biasa.