B.I.A.S.A

Tuesday, June 10, 2008 | Labels: | |

Menjadi Biasa...

AH, aku mau curhat nih...

Sudah lama aku tidak sakit hati. Sudah lama tidak merasakan sakit hati. Sudah kebal dengan namanya sakit hati. Makan sakit hati. Kenyang. Mulut bersendawa kekenyangan menelan sakit hati. Hati membengkak kekenyangan. Mau muntah tapi sayang, jadi aku telan lagi. Muntah menjijikkan. Makanya aku telan saja. Toh, nanti keluar juga apa yang aku telan. Tetap menjijikkan memang. Tapi, setidaknya itu lebih alami.

Sakit hati. Hati sakit. Biasa sakit. Biasa hati-hati. Hati biasa sakit. Hati-hati sakit hati.

Bisa karena biasa. Bisa biasa-biasa saja. Biasa menjadi bisa. Bisa menjadi biasa. Menjadi bisa biasa. Ah, bisa biasa.

Paling biasa. Paling bisa. Bisa paling biasa. Paling. Bisa. Biasa.

Katanya aku biasa. Katanya aku bisa. Katanya aku bisa biasa. Aku katanya biasa berbisa. Katanya. Hanya katanya. Yah, hanya katanya.

Siapa "Katanya". Siapa "kata". Siapa "-nya". Katanya "siapa". Kata "siapa". Nya "siapa". Katanya. Siapa. Katanya. Ya, hanya katanya siapa. Ah, siapa hanya berkata katanya siapa.

Katanya yang dikenal. Dikenal katanya. Kenal katanya. Yang kenal. Ah, sok kenal.

Biasa bisa berbisa.
Aku bisa berbisa.
Aku biasa.
Aku bisa.
Biasa Berbisa.
Bisa Biasa.













Manusia Biasa itu saya, kamu dan mereka

| Labels: , | 0 comments |

siapa yang dikatakan biasa? KITA. semua manusia di belahan bumi manapun adalah manusia biasa. terlepas dari kekuatan, kelebihan, kecerdasan, kekurangan, kepatuhan, kealiman dan ke-ke yang lain, manusia sejatinya manusia biasa.
semakin biasa seseorang, semakin indah dia di mata Tuhan. saya suka menjadi manusia biasa. saya suka menjadi manusia yang biasa-biasa saja. karena dengan biasa, saya terbiasa dengan semua yang dianugrahkan Allah pada kita. Saya biasa dengan kesakitan, kebahagiaan, kesedihan dan semua yang bisa terjadi pada hidup kita. keter-biasa-an akan membuat kita memandang datar grafik kehidupan kita yang tidak beraturan. yang kita pandang adalah Allah. tidak ada lain. tidak diri kita ataupun orang lain. semuanya sama. hanya Allah yang patut kita katakan luar biasa. yang lain, entah itu malaikat, jin dan manusia, mereka biasa-biasa saja.
menjadi manusia biasa tidak akan menghilangkan amal ibadah kita teman. menjadi manusia biasa tidak akan menghilangkan identitas kita sebagai manusia yang memiliki iman. mengapa kita harus khawatir ketika kita dikatai manusia biasa? ^_^...lagi-lagi sebuah pemikiran primitif dari saya.
maafkan saya yang terlalu memandang rendah kehidupan ini. karena memang semua atribut dunia ini hanya khayalan semata. kekayaan, kekuasaan, kekuatan, kecerdasan..semua itu hanya sebuah bayangan diri kita yang bisa menghilang ketika matahari terbenam. Yang bisa hilang ketika Allah mengatakan "KUN!!"
jadi, buat apa merasa marah? buat apa merasa gundah? kenapa harus gelisah? merasa menjadi manusia biasa adalah kekuatan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita. Rasa syukur akan membesarkan nilai kita dimata Allah. Allah mencintai manusia-manusia yang selalu bersyukur.

life a.c.t.u.a.l.l.y

Sunday, June 8, 2008 | Labels: | |

Pernahkah kalian memiliki cita-cita? Ketika umur kalian berada di kisaran 9 sampai 16 tahun, di dalam hati kalian pasti terpendam sebuah keinginan. Walaupun seiring dengan waktu terkadang keinginan itu berubah ubah, tetapi tetap keinginan itu sempat terbersit

Pada saat kuliah saya juga memiliki keinginan yang tinggi. Menjadi fashion editor/penulis fashion yang pekerjaannya adalah TRAVELLING (for your information, saya suka banget traveling. Bahkan saya pernah jatuh cinta pada seseorang karena hobi kita sama)

Saya berusaha mewujudkan mimpi saya dengan berbagai rencana. Di saat saya kuliah, saya mengambil D1 sekolah design. Di setiap kelas yang saya ikuti, saya membayangkan diri saya mengkritik perancang-perancang kenamaan seperti YSL, DOLCE, MARK JACOBS and so on.

Untuk memuluskan keinginan saya, saya mengirim rancangan saya ke beberapa majalah. Ternyata yang dimuat malah artikel kecil saya yang saya atas namakan adek saya karena mereka meminta data diri di kartu pelajar. Majalah itu adalah Cosmo Girl. J

Ternyata manusia Cuma bisa berencana ya? Bagaimanapun kita berusaha membuat peta kehidupan 20 tahun mendatang, ada beberapa bahkan sebagian besar malah lepas dari yang kita rencanakan.

Bagaimanapun manusia berusaha bahwa dia mampu melakukan apa yang dia inginkan, ada sesuatu dibalik itu semua yang lebih tahu bagaimana hidupnya harus berjalan. Apakah belok kiri, mundur ke kanan, naik ke atas, turun ke bawah, menyamping sedikit, putar haluan dan lain sebagainya.

Tetapi bukan kemudian kita pasrah dan mengikuti saja alur kehidupan!

Orang pasrah: ”Ya mo bagemana lagih! Nggak perlu punya ide macem-macem dah! Toh semua kehidupan ini sudah ada yang ngatur dari sono-nya!”

Komentator: ”ternyata idup nggak idup lu sama aje ye? Kek orang mati. Nggak ada usahanye!”

Bukannya Tuhan juga kasih kita pilihan yak? Seperti ketika kita di hadapkan pada sebuah peristiwa yang menghendaki kita untuk memutuskan sesuatu. Kalo kita pilih jalan a, nanti dapetnya a plus dan minus. Kalo kita pilih jalan b, nanti dapetnya b plus dan minusnya. Ada satu jalan yang sebenarnya bisa dipilih kita. Yaitu jalan yang dipilihkan Tuhan untuk kita.
caranya?
mungkin dengan mencari tahu apa yang dimaui Tuhan yak?
:P, mentok-mentok..saya juga manusia. dengan ilmu dan kemampuan terbatas.
wrote by nune

being sophisticated...

Tuesday, June 3, 2008 | | |

menjadi wanita yang sophisticated bagi saya adalah menjadi wanita yang bisa bersifat seperti air. Dia bisa meresap di mana saja. Dia bisa memasuki segala macam kebuntuan. Kalaupun ada tempat-tempat yang tidak bisa dia jamah, dia menggelinding, mengalir tanpa meninggalkan jejak.
Dia bisa melunakkan batu yang keras. molekul-molekulnya bisa membuat makhluk hidup bertahan lebih lama. dia bisa mendinginkan kerongkongan yang panas. Dia bisa menetralkan ginjal yang pekat.
menjadi wanita yang sophisticated adalah menjadi wanita yang bisa mendinginkan hati-hati lain yang membara. mampu menghancurkan dinding-dinding ego yang mengeras. Kalaupun ada yang tidak berkenan, dia akan berusaha tidak meninggalkan jejak luka disana.
Menjadi wanita yang sophisticated adalah menjadi wanita yang cinta akan Allah.
wrote by nune

Baby-Sitter, Apakah Ibu-ku ?

Monday, June 2, 2008 | Labels: | |

Pagi – pagi sekali seorang baby-sitter memandikan si kecil (baca : anak majikannya), bahkan sebelumnya harus membangunkan si kecil dan merapikan tempat tidur, bahkan harus membersihakan dan menjemur kasur bila si kecil ngompol semalam. Menyiapakan pakaian untuk dipakai berangkat sekolah, menyiapakan tas dan peralatan belajar, membuat bekal dan memasukkannya ke dalam tas. Memilihkan sepatu dan kaus kaki yang cocok. Mengantarkan kesekolah dengan naik mobil milik majikannya yang disopiri oleh tukang sopir majikannya pula. Menemani si kecil di sekolah, dari pagi hingga siang. Menemaninya saat istirahat untuk makan bekal yang sudah dibawa dari rumah.

Dirumah, membuatkan makan siang, menemani si kecil menonton TV, main mainan hingga kepayahan. Menemani si kecil untuk tidur siang. Kemudian memandikan si kecil, menggantikan pakaiannya, menemaninya jalan – jalan disore hari sambil mengawasi si kecil main sepeda di sekitar rumah. Bahkan ketika mau tidur malam, seorang baby-sitter menemani si kecil sambil mendendangkan dongeng – dongeng yang pernah ia dengar dari cerita emak-nya dikampung untuk membuat si kecil cepat tertidur. Rutinitas seorang baby-sitter.

Baby-sitter, digaji untuk menjaga si kecil hampir selama 24 jam, untuk memandidakan si kecil, mengantarkan ke sekolah, menemaininya bermain dan sebagainya. Wajar, untuk itu mereka dibayar. Tidak ada yang salah dengan apa yang mereka kerjakan.

Diamanakah peranan orang tua, terutama seorang ibu, apakah hanya melahirkan, menyusui, memberi uang saku, membelikan baju dan mainan, dan menyuruh baby-sitter-nya untuk selalu mengawasi si kecil, sementara sang ibu sibuk dengan rutinitas pekerjaannya, sibuk dengan bisnis yang ia kelola, sibuk ketemu dengan klien hingga jarang ada di rumah, bahkan sedikit sekali waktu untuk menemani si kecil. Dengan dalih untuk kebahagian si kecil mereka bekerja membanting tulang hingga tak kenal waktu.

Sendainya jika si kecil boleh berkata

“Bi, siapa sih ibu-ku, Mama atau Bi Ijah?”

“Kok, tiap hari Bi Ijah yang nemanin Adik main, nganterin Adik ke sekolah, bahkan nemanin Adik tidur sambil baca dongeng”

“Kemana Mama ya, Bi?”

“Apa Bi Ijah, Ibu Adik”

“Terus, Mama itu siapanya Adik?”

Jangan salahkan anak anda jika dia lebih senang berada di dekat baby-sitter dari pada di pelukan anda, jangan aneh jika anak anda ketika berteriak ketakutan sambil nangis di sebuah supermarket, dan memanggil – manggil nama baby-sitter, bukan nama anda. Jangan pernah sakit hati jika anak anda lebih suka makan disuapin sama baby-sitter. Jangan salahkan ketika anda ingin menemaninya tidur, ia malah merengek – rengek minta di temani baby-sitter-nya, karena ingin mendengar kidung dongeng darinya.

Bukan sepenuhnya tugas seorang ibu beralih ke seorang baby-sitter, luangkan waktu anda untuk menemani si kecil, lakukan sendiri kegiatan atau pekerjaan yang berhubungan langsung dengan anak anda. Posisikan baby-sitter untuk membantu pekerjaan anda, hanya membantu, bukan menyerahkan sepenuhnya tugas tersebut kepada baby-sitter. Kesibukan kerja bukanlah halangan untuk menemani anak anda. Sesekali temani mereka ke sekolah, temani mereka saat tidur, bacakan dongeng yang dia sukai. Ketulusan hati dan kasih sayang seorang ibu jauh lebih besar bisa dirasakan dan diterima dari pada seorang baby-sitter. Benang merah, hubungan kontak batin lebih kuat anatara ibu dan anak.